Postingan

Merawat Persatuan dan Kesatuan Ditengah Tahun Politik

Gambar
  Pada tahun 2020 ini kita semua bersiap menyambut kontestasi pilkada serentak ditengah situasi pandemi covid-19 yang tak kunjung usai, di Kalimantan Selatan sendiri kita akan kembali memilih gubernur dan wakil gubernur serta 7 pasangan walikota dan bupati. Sedangkan jika kita melihat dalam skala nasional akan ada 270 daerah yang melaksanakan pilkada dengan rincian 9 Provinsi (gubernur), 37 Kota (walikota) dan 224 Kabupaten (bupati). Pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau yang lebih sering disingkat dengan pilkada ini bukanlah hal yang sangat mudah, apalagi ditahun 2020 ini kita juga sedang dihadapkan pada situasi pandemi. Pilkada dapat dijadikan sebagai  tolok ukur demokrasi di Indonesia. Dengan proses yang jauh lebih pelik dari pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, tidaklah heran jika di dalam pelaksanaan pilkada sendiri sering menimbulkan perselisihan diantara para calon, anggota partai dan juga para warga yang menjadi pemilih. Sebelum masuk kedalam pembahasan, ...

Puisi Mencintai Anak Ibu Pertiwi

MENCINTAI ANAK IBU PERTIWI Aku mencintai anak ibu pertiwi. Menemukan anak anak ibu yang terpisah diantara gugusan pulau pulau yang dipisahkan bandara dan udara. Negara ini telah memaksa aku mencintai anak anak ibu dan tak berhenti memikirkannya. Menggunakan uang negara untuk bertemu dan bercengkrama dengan mata bukan sekedar lensa kamera apalagi sosial media. Aku mencintai anak ibu pertiwi. Jakarta, Bekasi, Jambi, Tenggarong dan kota kota lain di negeri ini menjadi bukti jika janji hanya sekedar opini. Seperti sang penyair yang kehilangan kata katanya. Atau negara yang hidup tanpa para koruptor didalamnya. Aku mencintai anak ibu pertiwi. Jarak yang membentang sepanjang 1611 KM hanya sebuah intuisi. Pembelaan yang muncul diantara para petarung yang memilih dikalahkan oleh diri sendiri sebelum pertandingan dimulai. Atau memang seperti seorang pimpinan parlemen yang menitu rakyatya ? Aku mencintai anak ibu pertiwi. Aku seperti kapal ditengah lautan negeri ini ya...

Puisi Kemarau yang Karau

KEMARAU YANG KARAU Hai kawan ! Apa kabar mu ? Aku telah kembali menulis setelah mengarungi perjalanan yang jauh, dan ini mosi ku untuk mu. Belakangan ini aku menyaksikan tv nasional yang menyiarkan kebakaran hutan. Kabut pekat dan dada yang sesak turun menghiasi pendengaran ku. Ya ! Ini musim kemarau. Semua hal akan sangat mudah terbakar. Sampai sini kau sudah paham apa maksud ku ? Berani sekali bermain api ! Berani sekali membakar diri ! Aku seperti penonton televisi yang duduk dan menyaksikan pertunjukan aneh ini dengan segelas air es di musim kemarau. Berharap agar kau selamat. Jika tidak kau hanya jadi abu hitam yang kemudian di injak injak. -rzllmhmd

Puisi Hujan Bulan Juni

HUJAN BULAN JUNI Hujan bulan Juni datang kembali.  Tahun kedua ku harus berjuang sendiri. Datang tanpa permisi membawa  kenangan yang hampir basi. Ku lihat seorang pemuda dicermin  dengan susah payah dan luka parah. Ia tak berdaya, ingatannya telah diperkosa.  Pikirannya tak berguna. Melihat senyum sang wanita  dengan rambut panjang terikat dan  lengan baju yang digulung. Orang lain tlah menjadi miliknya.  Tak mudah memang perihal dibagi dan membagi. Mengingat pesan ibunya semasa muda.  Kau akan menemukan senyum wanita lain yang lebih manis, namun tak lebih indah dari milik ku. Ibu mu. -rzllmhmd

Puisi Indonesia (Ku)

INDONESIA (KU) Alangkah lucunya negeri ku Tongkat kayu dan batu jadi tanaman Hanya angan angan, nyatanya rakyat masih banyak yang kelaparan Alangkah lucunya negeri ku Kail dan jala cukup menghidupinya Hanya wacana belaka, padahal akhirnya rakyat hidup susah dibawah garis kemiskinan Alangkah lucunya negeri ku Tukang kayu melawan mantan jenderal Rakyat malah jadi bertikai Kubu #01 dan #02 nyatanya sama saja Kalau terus begini mau memberikan apa ? Berebut kuasa tiada henti setiap hari Polemik pelik diciptakan agar jadi sensasi Bertikai dimedia sosial ketika kasus telah viral Mulai dari puisi doa yang ditukar hingga puisi tak ada lagi yang menyembah tuhan Mau sampai kapan Indonesia ( ku ) kalian beginikan ? Dengan alasan pesta demokrasi malah mengikis nilai persatuan. Bagaimana nantinya jika hasil pilpres telah ditentukan ? -rzllmhmd

Puisi Menghitung Hari menuju Pulang

MENGHITUNG HARI MENUJU PULANG Jakarta, 14 Januari 2019 Nyatanya jarak yang terbentang ribuan meter dan jauh dari orang yang disayangi sangatlah berat. Setiap detik yang berdetak dikota besar ini bagai racun yang mematikan setiap aktivitas harian.  Aku dibunuh debar debar hari yang berjalan mundur begitu pelan, seolah tak merelakan ku kempali pada tujuan. Ku coba turunkan sedikit ego dan dendam. Aku mencoba merasa bersyukur dan beruntung berada di posisi ini, hidup pada kenyataan dalam imajinasi orang lain mungkin begitu membanggakan. Pada akhir kalimat ini, aku hanya perlu sabar dan bersyukur. -rzllmhmd

Puisi Hujan Hari Selasa

HUJAN HARI SELASA Hujan selasa itu mengingatkan ku pada dirinya Kala itu kita masih dalam satu alur yang sama Kita masih dalam dekap dan irama yang senada Tapi sayang hujan hari selasa itu telah menghapus sgalanya Bahkan sebelum kita sempat melangkah bersama -rzllmhmd